Bagaimana Mengatasi Skar Akne?

JeraMengatasi Skar Aknewat yang tidak diobati dengan baik, kemungkinan dapat menimbulkan bekas jerawat berupar skar akne. Skar akne ini merupakan perubahan struktur atau tekstur pada kulit secara permanen akibat perjalanan klinis maupun komplikasi dari akne.

Bila skar ini sudah terjadi,biasanya dapat mempersulit proses pengobatannya dan kemungkinan juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sebelum Anda mencoba mengobati skar ini, sebaiknya ketahui dulu jenisnya karena respons terhadap pengobatan juga berbeda.

Terdapat dua penyebab terbentuknya skar akne yang dapat digolongkan secara kasar yaitu adanya pembentukan jaringan (skar hipertrofil) dan yang tersering yaitu hilang atau rusaknya suatu jaringan (skar atrofi).

Skar akne memiliki 4 bentuk utama yaitu ice pick, boxcar, rolling, dan skar keloid. Penanganan keempat bentuk ini berbeda-beda.

Terbentuknya skar akne ini bergantung pada kedalaman proses inflamasi (peradangan) yang terjadi. Sedangkan keparahan atau timbulnya akne ini bergantung pada lambatnya pengobatan akne, perlakuan fisik pada akne dan usia.

Menurut Journal of American Academy of Dermatology, pengobatan akne yang dini dan tepat merupakan langkah yang terbaik untuk meminimalkan risiko terbentuknya jaringan parut akibat akne ini.

Sebelum Anda mencoba mengobati skar ini, sebaiknya ketahui dulu jenisnya karena respons terhadap pengobatan juga berbeda.

Pilihan Atasi Skar

Penanganan skar cukup beragam pilihannya bergantung pada tipe/jenis kulit, jenis skar, waktu penyembuhan dan biaya.

Pilihannya dapat berupa pemberian krim topikal, hingga ke tindakan lain seperti dermabrasi/mikrodermadrasi, skin needling, chemical peeling, laser, soft tissue filler, injeksi steroid, radiofrekuensi, punch graft dan lainnya.

Untuk cegah hadirnya skar membandel ini, Anda bisa melakukan beberapa langkah sehat di bawah ini :

  • Lakukan perawatan kulit wajah secara teratur setiap malam sebelum tidur.
  • Tidak memencet jerawat karena kemungkinan tindakan ini justru dapat membawa bakteri masuk lebih dalam ke kulit sehingga berpotensi menimbulkan rradangan atau infeksi.
  • Mengkonsumsi makanan atau minuman sehat atau mengurangi gula
  • Hindari penggunaan scrubbing atau exfoliating secara berlebihan

Redaksi info :  Dermatologis Team Jakarta Skin Center  

share ke sosmed